ADD MY BANNER

NOTTOL
bacaan khusus kaum pria,cerita dewasa,video sex indonesia & internasional,naked,porn,porno,
Read On
Read On
Read On
Read On
Read On

Cewek Liar





Download:
http://rapidshare.com/files/283051355/Mayla.part1.rar.html
http://rs-ff.co.cc/vault/143610/downloads/Mayla.part2.rar.html
Read On

asian naked




Download:
CD1
http://rapidshare.com/files/283065976/divxfactory-2df1ca.avi.part1.rar.html
http://rapidshare.com/files/283071140/divxfactory-2df1ca.avi.part2.rar.html
http://rapidshare.com/files/283061954/divxfactory-2df1ca.avi.part3.rar.html
http://rs-ff.co.cc/vault/143610/downloads/divxfactory-2df1ca.avi.part4.rar.html
CD2
http://rapidshare.com/files/283070129/divxfactory-2df1cb.avi.part1.rar.html
http://rapidshare.com/files/283069618/divxfactory-2df1cb.avi.part2.rar.html
http://rs-ff.co.cc/vault/143610/downloads/divxfactory-2df1cb.avi.part3.rar.html
Read On

Sex Spontan

KESIBUKAN membuat Anda dan suami tidak memiliki banyak waktu untuk bercinta? Jika iya, jangan langsung menyerah dan mengorbankan kehidupan seksual Anda berdua. Sebagai alternatif, mengapa tidak mencoba quickie sex saja?

Aksi spontan yang terjadi dalam hitungan menit ini bisa dilakukan di berbagai lokasi yang tidak biasa. Misalnya, di kamar mandi, di atas anak tangga, di ruang kantor dan lain sebagainya, sehingga semakin memacu gairah.

Meskipun hanya berlangsung dalam durasi singkat, orgasme yang dialami tidak kalah nikmat. Berikut ini Media Perempuan memberikan beberapa tip untuk melakukan aksi nakal ini:

Stimulasi dan pelumas buatan
Tidak seperti laki-laki yang bisa segera ereksi, perempuan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk siap menikmati menu utama di kala bercinta. Ketika hubungan intim dilakukan dalam suasana santai, vagina memiliki kesempatan untuk memproduksi pelumas alami. Sedangkan dalam quickie sex, Anda harus siap untuk segera beraksi.

Maka, tidak ada salahnya menggunakan pelumas buatan agar bisa menikmati sesi bercinta secara cepat. Dengan stimulasi yang tepat, quickie sex akan menjadi pengalaman seksual yang dahsyat.

Jangan berfokus pada orgasme
Semakin cepat hubungan seks dilakukan, semakin tinggi libido melayang. Semakin sering mengalami orgasme, semakin mudah pula mencapai titik puncak saat bercinta. Akan tetapi, mengharapkan orgasme setiap kali turn on merupakan sesuatu yang kurang masuk akal.

Realistis saja, meskipun suatu ketika tidak ada satu pun yang berhasil mencapai klimaks, bukan berarti aksi tersebut kurang hot. Coba berbagai posisi dan lokasi baru untuk melakukannya.

Make it fun!
Pasangan yang sudah cukup lama menikah biasanya mulai malas melakukan variasi saat bercinta. Quickie sex juga berguna sebagai salah satu pilihan untuk mengusir rasa bosan terhadap aktivitas seksual yang itu-itu saja.

Tidak perlu stres dan mempersoalkan penampilan atau waktu yang kurang pas, sebab inti dari quickie sex justru terletak pada spontanitas. Nimati saja dan buat momen intim tersebut menjadi pengalaman menyenangkan.

Jaga privasi dan jangan berisik
Cari lokasi strategis untuk menjaga privasi saat melakukan aksi panas bersama suami. Selain itu, tutup mulut dan jangan mengeluarkan suara-suara berisik agar tidak memancing perhatian.
Read On
Read On
Read On
Read On
Read On
Read On
Read On

SMA 8 JAKARTA



Aku seorang gadis bersekolah di SMA, namaku Shinta. Aku anggota cheerleader PCT. Pada suatu hari, ada pertandingan basket antara anak melawan anak SMA 8 di sekolahku. Aku sebagai anggota tim cheerleader PCT, berpakaian minim, memberi support kepada tim sekolahku ... pada tengah2 pertandingan, salah satu pemain cadangan tim SMA 8 tersenyum padaku .... dia bukannya melihat teman2nya bermain, melainkan memandangiku terus. Ketika babak pertama usai, dia datang menghampiriku, dan kami berkenalan ... sebut saja namanya Indra. Setelah kami berkenalan, lalu kami bercakap2 sebentar di kantin sma.
Setelah tidak berapa lama ... tiba2 dia berbisik di telingaku, katanya , Kamu cantik sekali deh Shinta .. sambil matanya tertuju pada belahan dadaku ... mukaku langsung merah ... kaget dan dadaku berdetak kencang. Tiba2 terdengar suara PRITTTTTTTT....!!!&q uot; tanda bahwa babak ke-2 akan dimulai ... aku langsung mengajaknya balik ke lapangan.Dalam perjalanan ke lapangan, kami melewati kelas2 kosong ... tiba2 dia menarik tanganku masuk ke dalam kelas 3 Fis 1 ... lalu dia langsung menutup pintu ... aku langsung bertanya padanya, ada apa indra ... babak ke-2 udah mau mulai nih ... kamu gak takut dicariin pelatih kamu ??. Dia tidak membalas pertanyaanku, melainkan langsung memelukku dari belakang, dan dia berbisik lagi padaku, Badan kamu bagus ya sekali ya Shin .. Aaaahhhh. aku tak bisa berbuat apa2 selain berbalik badan dan menatap matanya .... dan tersenyum padanya.

Dia langsung mencium bibirku dan aku yang belum pernah berciuman dengan cowo, tidak bisa berbuat apa2 selain membiarkan lidahnya masuk ke dalam mulutku. Setelah kira2 5 menit bercumbu, mulai tangannya meraba dan meremas dadaku...aku pasrah saja padanya, karena terus terang aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk kedalam baju cheers no.3 ku itu, dan mulai memainkan puting payudaraku, lalu dia menyingkapkan bajuku dan memeloroti rokku hingga aku tinggal mengenakan BH dan celana dalam saja.

Lalu ia membuka baju basket dan celananya, sehingga ia hanya mengenakan celana dalam saja. Tampak jelas padaku bahwa burung-nya sudah tegang dibaik celana dalamnya. Ia memegang tanganku dan menuntun tanganku kedalam celana dalamnya. Aku merasakan burung-nya yang besar dan tegang itu dan ia memintaku untuk meremas-remas burungnya itu. Ia memaksaku untuk membuka celana dalamnya, setelah aku membuka celana dalamnya, tampak jelas burungnya yang sudah ereksi ... besar juga pikirku ... hampir sejengkal tanganku kira2 panjangnya.

Baru sekali itu aku melihat kemaluan cowo secara langsung, biasanya aku hanya meihat dari Blue film saja kalau aku diajak nonton bersama teman2 dekatku. Ketika aku masih terpana melihat burungnya, dia melepas BH dan celana dalamku, tentu saja dengan sedikit bantuanku.

Setelah ia menyingkirkan pakaian dalamku, badannya yang tinggi dan atletis layaknya sebagai seorang pemain basket itu, menindih badanku diatas meja kelas dan ia mulai menjilati puting payudaraku sampai aku benar2 menggeliat keeenakan, kurasakan basah pada bibir kemaluanku, aku baru tau bahwa inilah yang akan terjadi padaku kalau aku benar2 terangsang. Lalu tangannya yang kekar itu mulai meraba bibir kemaluanku dan mulai memainkan klitorisku sambil sesekali mencubitnya. Aku yang benar2 terangsang tidak bisa berbuat apa2 selain mendesah dan menggeliat di atas meja.

Cukup lama ia memainkan tangannya pada kemaluanku, lalu ia mulai menjilati bibir bagian bawah kemaluanku dengan nafsunya, tangan kanannya masih memainkan klitorisku. Tak lama aku bertahan pada permainannya itu, kira-kira 5 menit kemudian, aku merasakan darahku naik ke ubun2 dan aku merasakan sesuatu kenikmatan yang amat sangat nikmat, badanku meregang dan aku merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku itu, Indra tanpa ragu menjilati cairan yang keluar sedikit demi sedikit itu dengan nafsunya sampai hanya air liurnya sajalah yang membasahi kemaluanku itu.

Badanku terasa lemas sekali ... lalu Indra duduk di atas pinggir meja dan memandangi wajahku yang sudah basah bermandikan keringat. Ia berkata padaku sambil tersenyum, Kamu tampak cape banget ya Shin ... Aku hanya tersenyum. Dia mengambil baju basketnya dan mengelap cucuran keringat pada wajahku, aku benar2 kagum padanya, Baik banget nih cowo pikirku ... Seperti sudah mengerti, aku jongkok di hadapannya, lalu mulai mengelus ngelus burungnya, sambil sesekali menjilati dan menciuminya, aku juga tak tau bagaimana aku bisa bereaksi seperti itu, yang ada di pikiranku hanya membalas perbuatannya padaku, dan cara yang kulakukan ini pernah kulihat dari salah satu film yang pernah kutonton.

Indra hanya meregankan badannya ke belakang sambil mengeluarkan suara2 yang malah makin membuatku ingin memasukkan burungnya ke dalam mulutku, tak berapa lama kemudian aku memegang pangkal kemaluannya itu dan mulai mengarahkannya masuk kedalam mulutku, terasa benar ujung burungnya itu menyentuh dinding tenggorokanku ketika hampir semua bagian batang kemaluannya masuk kedalam mulutku, lalu aku mulai memainkan burungnya didalam mulutku, terasa benar kemaluanku mulai mengeluarkan cairan basah lagi tanda kalau aku sudah benar2 terangsang padanya.

Kira2 5 menit aku melakukan oral sex pada Indra, tiba2 badan Indra yang sudah basah dengan keringat itu mulai bergoyang goyang keras sambil ia berkata. aaaaarghhh.....aku udah gak tahan lagi nih Shin.. aku mau keluarr... aku yang tidak benar2 memerhatikan omongannya itu masih saja terus memainkan burungnya, sampai kurasakan cairan hangat kental putih dan rada asin muncrat dari lubang kemaluan Indra, aku langsung mengeluarkan burungnya itu dan seperti kesetanan, aku malah menelan cairan spermanya, dan malah menghisap burungnya sampai cairan spermanya benar2 habis.

Aku duduk sebentar di bangku kelas, dan kuperhatikan Indra yang tiduran di meja sambil mencoba memelankan irama nafasnya yang terengah-engah itu.

Aku hanya tersenyum padanya, lalu Indra bangun dan menghampiriku. Dia juga hanya tersenyum padaku. Cukup lama kami berpandangan dengan keadaan bugil dan basah berkeringat. Kamu cantik dan baik banget ya Shin katanya tiba2 aku hanya tertawa kecil dan mulai mencium bibirnya. Indra membalas dengan nafsu sambil memasukkan tangannya kedalam lubang kemaluanku cukup lama kami bercumbu, lalu ia berkata, Shin boleh nggak aku emm itu itu apa Ndra ?? tanyaku. Itu .. masa kamu gak tau sih ?? balasnya lagi.

Sebelum aku menjawab aku merasakan kepala batang kemaluanya sudah menyentuh bibir kemaluanku cresttt creest terasa ada yang terobek dalam kemaluanku dan sedikit darah keluar kemudian indra berkata shin kamu ternyata masih perawan !!! aku hanya bisa tersenyum dan merasakan sedikit perihi kemaluanku terasa agak serat waktu setengah kemaluanya masuk ke vaginaku. digerak-gerakan perlahan batang kemaluanya yang besar tapi setelah agak lama entah mengapa rasa sakit itu hilang dan yang ada hanya ada rasa geli, enak dan nikmat ketika indra menggoyangkan badannya maju mundur pelan pelan aku tak tahan lagi seraya mendesah kecil keenakan..kemudian semakin cepat saja indra memainkan jurusnya yang maju mundur sesekali menggoyangnya kekiri kekanan.dan dipuntir- puntir putingku yang pink yang semakin membuatku menggelepar gelepar seperti ikan yang dilempar kedaratan.

Keringat sudah membasahi badan kita berdua aku sadari kalau saat itu tindakan kita berdua bisa saja dipergoki orang tapi aku rasa kemungkinanya kecil karena kelas itu agak terpencil .ahhhh ahhhh ahhh aku mendesah dengan suara kecil karena takut kedengarann orang lain ..kullihat tampang indra yang menutup matanya dan terenggah- engah nafasnya. cukup lama juga indra bermain denganku memang benar kata orang kalau atlit itu kuat dalam bersenggama ..ahhhhh awww..awwww geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan tiba- tiba kurasakan seuatu yang lain yang belum pernah kurasakan, cairan hangat kurasakan muncrat dari dalam vaginaku .oh itu mungkin yang kata orang orgasme pikirku..badanku terasa rileks sekali dan mengejang. ditutup mulutku oleh indrap mungkin ia takut kalu aku mendesah kekerasan.

Meja kelas yang agak tua itu bergoyang goyang karena ulah kita berdua .aku masih merasakan bagimana indra berusaha untuk mencapai puncak organsmenya iya lalu duduk di bangku dan menyuruhku untuk duduk di kemaluan nya .aku menurut saja dan pelan-pelan aku duduk di kemaluannya . Indra memegang pinggulku dan menaik turunkan diriku .aku merasakan belum pernah aku merasakan kenikmatan yg seperti ini .aku mendesah desah dan indra semakin semangat menaik turunkan diriku .lalu badan indra mengejang dan berkata,shin aku mau keluarrrrrr sekarang malah giliranku yg semangat memacu gerakan tubuhku agar indra bisa juga mencapai klimaks nya .tapi lama indra mengeluarkan burungnyna dan terdengar ia mendesah panjang, Ahhhhhh shin ..aku keluar .ku liat air maninya kececeran di lantai dan sebagian ada yg ke meja .lalu kami berdua duduk lemas dengan saling berpandangan. ia berkata, kamu nyesel yah shin? aku menggeleng sambil berkata, ngak koq ndra .sekalian buat pengalaman bagiku .

Aku teringat kalo orang orang di luar kelas sangat banyak yg menonton pertandingan lalu aku buru buru mengenakan pakaianku dan menyuruh indra juga untuk memasang pakainnya .sebelum keluar iya bertanya padaku, shin kapan kita bisa 'begituan' lagi? Dan aku menjawab terserah kamu ndra .tapi nanti setelah pertandingan selesai kamu tunggu aku yah di pintu gerbang lalu nanti kita jalan jalan.. Ia tersenyum dan mengangguk lalu kami berdua keluar kelas dan sengaja berpisah ..

Begitulah pengalamanku, tak kusadarai ternyata melakukan hubungan seks itu sangatlah nikmat dan aku berniat untuk merasakannya lagi..
Read On

Cerita seks Guru dan Murid


Sebut saja namaku Etty (bukan yang sebenarnya), waktu itu aku masih sekolah di sebuah SMA swasta. Penampilanku bisa dibilang lumayan, kulit yang putih kekuningan, bentuk tubuh yang langsing tetapi padat berisi, kaki yang langsing dari paha sampai tungkai, bibir yang cukup sensual, rambut hitam lebat terurai dan wajah yang oval. Payudara dan pantatkupun mempunyai bentuk yang bisa dibilang lumayan.
Dalam bergaul aku cukup ramah sehingga tidak mengherankan bila di sekolah aku mempunyai banyak teman baik anak-anak kelas II sendiri atau kelas I, aku sendiri waktu itu masih kelas II. Laki-laki dan perempuan semua senang bergaul denganku. Di kelaspun aku termasuk salah satu murid yang mempunyai kepandaian cukup baik, ranking 6 dari 10 murid terbaik saat kenaikan dari kelas I ke kelas II.Karena kepandaianku bergaul dan pandai berteman tidak jarang pula para guru senang padaku dalam arti kata bisa diajak berdiskusi soal pelajaran dan pengetahuan umum yang lain. Salah satu guru yang aku sukai adalah bapak guru bahasa Inggris, orangnya ganteng dengan bekas cukuran brewok yang aduhai di sekeliling wajahnya, cukup tinggi (agak lebih tinggi sedikit dari pada aku) dan ramping tetapi cukup kekar. Dia memang masih bujangan dan yang aku dengar-dengar usianya baru 27 tahun, termasuk masih bujangan yang sangat ting-ting untuk ukuran zaman sekarang.
Suatu hari setelah selesai pelajaran olah raga (volley ball merupakan favoritku) aku duduk-duduk istirahat di kantin bersama teman-temanku yang lain, termasuk cowok-cowoknya, sembari minum es sirup dan makan makanan kecil. Kita yang cewek-cewek masih menggunakan pakaian olah raga yaitu baju kaos dan celana pendek. Memang di situ cewek-ceweknya terlihat seksi karena kelihatan pahanya termasuk pahaku yang cukup indah dan putih.
Tiba-tiba muncul bapak guru bahasa Inggris tersebut, sebut saja namanya Freddy (bukan sebenarnya) dan kita semua bilang, “Selamat pagi Paa..aak”, dan dia membalas sembari tersenyum.
“Ya, pagi semua. Wah, kalian capek ya, habis main volley”.Aku menjawab, “Iya nih Pak, lagi kepanasan. Selesai ngajar, ya Pak”. “Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.
Aku dan teman-teman mengajak, “Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.
“OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”!
Aku dan teman-teman bilang, “Tidak, Pak.”, lalu aku menimpali lagi, “Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu teman-teman yang lain, “Naa..aa, betuu..uul. Setujuu..”.
Ketika Pak Freddy mengambil posisi untuk duduk langsung aku mendekat karena memang aku senang akan kegantengannya dan kontan teman-teman ngatain aku.
“Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak”.
Pak Freddy menjawab, “Ah! Ya, ndak apa-apa”.
Kemudian sengaja aku menggoda sedikit pandangannya dengan menaikkan salah satu kakiku seolah akan membetulkan sepatu olah ragaku dan karena masih menggunakan celana pendek, jelas terlihat keindahan pahaku. Tampak Pak Freddy tersenyum dan aku berpura-pura minta maaf.
“Sorry, ya Pak”.
Dia menjawab, “That’s OK”. Di dalam hati aku tertawa karena sudah bisa mempengaruhi pandangan Pak Freddy.
Di suatu hari Minggu aku berniat pergi ke rumah Pak Freddy dan pamit kepada Mama dan Papa untuk main ke rumah teman dan pulang agak sore dengan alasan mau mengerjakan PR bersama-sama. Secara kebetulan pula Mama dan papaku mengizinkan begitu saja. Hari ini memang hari yang paling bersejarah dalam hidupku. Ketika tiba di rumah Pak Freddy, dia baru selesai mandi dan kaget melihat kedatanganku.
“Eeeh, kamu Et. Tumben, ada apa, kok datang sendirian?”.
Aku menjawab, “Ah, nggak iseng aja. Sekedar mau tahu aja rumah bapak”.
Lalu dia mengajak masuk ke dalam, “Ooo, begitu. Ayolah masuk. Maaf rumah saya kecil begini. Tunggu, ya, saya pak√É© baju dulu”. Memang tampak Pak Freddy hanya mengenakan handuk saja. Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku sekedar menjelaskan, “Cuma mau tanya pelajaran, Pak. Kok sepi banget Pak, rumahnya”.
Dia tersenyum, “Saya kost di sini. Sendirian.”
Selanjutnya kita berdua diskusi soal bahasa Inggris sampai tiba waktu makan siang dan Pak Freddy tanya, “Udah laper, Et?”.
Aku jawab, “Lumayan, Pak”.
Lalu dia berdiri dari duduknya, “Kamu tunggu sebentar ya, di rumah. Saya mau ke warung di ujung jalan situ. Mau beli nasi goreng. Kamu mau kan?”.
Langsung kujawab, “Ok-ok aja, Pak.”.
Sewaktu Pak Freddy pergi, aku di rumahnya sendirian dan aku jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Karena bujangan, dapurnya hanya terisi seadanya saja. Tetapi tanpa disengaja aku melihat kamar Pak Freddy pintunya terbuka dan aku masuk saja ke dalam. Kulihat koleksi bacaan berbahasa Inggris di rak dan meja tulisnya, dari mulai majalah sampai buku, hampir semuanya dari luar negeri dan ternyata ada majalah porno dari luar negeri dan langsung kubuka-buka. Aduh! Gambar-gambarnya bukan main. Cowok dan cewek yang sedang bersetubuh dengan berbagai posisi dan entah kenapa yang paling menarik bagiku adalah gambar di mana cowok dengan asyiknya menjilati vagina cewek dan cewek sedang mengisap penis cowok yang besar, panjang dan kekar.
Tidak disangka-sangka suara Pak Freddy tiba-tiba terdengar di belakangku, “Lho!! Ngapain di situ, Et. Ayo kita makan, nanti keburu dingin nasinya”.
Astaga! Betapa kagetnya aku sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aku segera keluar dengan berkata tergagap-gagap, “Ti..ti..tidak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Maa..aa..aaf, ya, Pak”.
Pak Freddy hanya tersenyum saja, “Ya. Udah tidak apa-apa. Kamar saya berantakan. tidak baik untuk dilihat-lihat. Kita makan aja, yuk”.
Syukurlah Pak Freddy tidak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dengan segera.
Pada saat makan aku bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Emang sempat dibaca semua, ya Pak?”.
Dia menjawab sambil memasukan sesendok penuh nasi goreng ke mulutnya, “Yaa..aah, belum semua. Lumayan buat iseng-iseng”.
Lalu aku memancing, “Kok, tadi ada yang begituan”.
Dia bertanya lagi, “Yang begituan yang mana”.
Aku bertanya dengan agak malu dan tersenyum, “Emm.., Ya, yang begituan, tuh. Emm.., Majalah jorok”.
Kemudian dia tertawa, “Oh, yang itu, toh. Itu dulu oleh-oleh dari teman saya waktu dia ke Eropa”.
Selesai makan kita ke ruang depan lagi dan kebetulan sekali Pak Freddy menawarkan aku untuk melihat-lihat koleksi bacaannya.
Lalu dia menawarkan diri, “Kalau kamu serius, kita ke kamar, yuk”.
Akupun langsung beranjak ke sana. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya.
Begitu tiba di dalam kamar, Pak Freddy bertanya lagi, “Betul kamu tidak malu?”, aku hanya menggelengkan kepala saja. Mulai saat itu juga Pak Freddy dengan santai membuka celana jeans-nya dan terlihat olehku sesuatu yang besar di dalamnya, kemudian dia menindihkan dadanya dan terus semakin kuat sehingga menyentuh vaginaku. Aku ingin merintih tetapi kutahan.
Pak Freddy bertanya lagi, “Sakit, Et”. Aku hanya menggeleng, entah kenapa sejak itu aku mulai pasrah dan mulutkupun terkunci sama sekali. Semakin lama jilatan Pak Freddy semakin berani dan menggila. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. Aku hanya bisa mendesah”, aa.., aahh, Hemm.., uu.., uuh”.
Akhirnya aku lemas dan kurebahkan tubuhku di atas tempat tidur. Pak Freddy pun naik dan bertanya.
“Enak, Et?”
“Lumayan, Pak”.
Tanpa bertanya lagi langsung Pak Freddy mencium mulutku dengan ganasnya, begitupun aku melayaninya dengan nafsu sembari salah satu tanganku mengelus-elus penis yang perkasa itu. Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. Mulutnya mulai mengulum kedua puting payudaraku. Praktis kami berdua sudah tidak berbicara lagi, semuanya sudah mutlak terbius nafsu birahi yang buta. Pak Freddy berhenti merangsangku dan mengambil majalah porno yang masih tergeletak di atas tempat tidur dan bertanya kepadaku sembari salah satu tangannya menunjuk gambar cowok memasukkan penisnya ke dalam vagina seorang cewek yang tampak pasrah di bawahnya.
“Boleh saya seperti ini, Et?”.
Aku tidak menjawab dan hanya mengedipkan kedua mataku perlahan. Mungkin Pak Freddy menganggap aku setuju dan langsung dia mengangkangkan kedua kakiku lebar-lebar dan duduk di hadapan vaginaku. Tangan kirinya berusaha membuka belahan vaginaku yang rapat, sedangkan tangan kanannya menggenggam penisnya dan mengarahkan ke vaginaku.
Kelihatan Pak Freddy agak susah untuk memasukan penisnya ke dalam vaginaku yang masih rapat, dan aku merasa agak kesakitan karena mungkin otot-otot sekitar vaginaku masih kaku. Pak Freddy memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”. Aku tidak menjawab karena menahan terus rasa sakit dan, “Akhh.., bukan main perihnya ketika batang penis Pak Freddy sudah mulai masuk, aku hanya meringis tetapi Pak Freddy tampaknya sudah tak peduli lagi, ditekannya terus penisnya sampai masuk semua dan langsung dia menidurkan tubuhnya di atas tubuhku. Kedua payudaraku agak tertekan tetapi terasa nikmat dan cukup untuk mengimbangi rasa perih di vaginaku.
Semakin lama rasa perih berubah ke rasa nikmat sejalan dengan gerakan penis Pak Freddy mengocok vaginaku. Aku terengah-engah, “Hah, hah, hah,..”. Pelukan kedua tangan Pak Freddy semakin erat ke tubuhku dan spontan pula kedua tanganku memeluk dirinya dan mengelus-elus punggungnya. Semakin lama gerakan penis Pak Freddy semakin memberi rasa nikmat dan terasa di dalam vaginaku menggeliat-geliat dan berputar-putar.
Sekarang rintihanku adalah rintihan kenikmatan. Pak Freddy kemudian agak mengangkatkan badannya dan tanganku ditelentangkan oleh kedua tangannya dan telapaknya mendekap kedua telapak tanganku dan menekan dengan keras ke atas kasur dan ouwww.., Pak Freddy semakin memperkuat dan mempercepat kocokan penisnya dan di wajahnya kulihat raut yang gemas. Semakin kuat dan terus semakin kuat sehingga tubuhku bergerinjal dan kepalaku menggeleng ke sana ke mari dan akhirnya Pak Freddy agak merintih bersamaan dengan rasa cairan hangat di dalam vaginaku. Rupanya air maninya sudah keluar dan segera dia mengeluarkan penisnya dan merebahkan tubuhnya di sebelahku dan tampak dia masih terengah-engah.
Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku, “Gimana, Et? Kamu tidak apa-apa? Maaf, ya”.
Sembari tersenyum aku menjawab dengan lirih, “tidak apa-apa. Agak sakit Pak. Saya baru pertama ini”.
Dia berkata lagi, “Sama, saya juga”.
Kemudian aku agak tersenyum dan tertidur karena memang aku lelah, tetapi aku tidak tahu apakah Pak Freddy juga tertidur.
Sekitar pukul 17:00 aku dibangunkan oleh Pak Freddy dan rupanya sewaktu aku tidur dia menutupi sekujur tubuhku dengan selimut. Tampak olehku Pak Freddy hanya menggunakan handuk dan berkata, “Kita mandi, yuk. Kamu harus pulang kan?”.
Badanku masih agak lemas ketika bangun dan dengan tetap dalam keadaan telanjang bulat aku masuk ke kamar mandi. Kemudian Pak Freddy masuk membawakan handuk khusus untukku. Di situlah kami berdua saling bergantian membersihkan tubuh dan akupun tak canggung lagi ketika Pak Freddy menyabuni vaginaku yang memang di sekitarnya ada sedikit bercak-bercak darah yang mungkin luka dari selaput daraku yang robek. Begitu juga aku, tidak merasa jijik lagi memegang-megang dan membersihkan penisnya yang perkasa itu.
Setelah semua selesai, Pak Freddy membuatkan aku teh manis panas secangkir. Terasa nikmat sekali dan terasa tubuhku menjadi segar kembali. Sekitar jam 17:45 aku pamit untuk pulang dan Pak Freddy memberi ciuman yang cukup mesra di bibirku. Ketika aku mengemudikan mobilku, terbayang bagaimana keadaan Papa dan Mama dan nama baik sekolah bila kejadian yang menurutku paling bersejarah tadi ketahuan. Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.
Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Freddy untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Sampai sekarangpun aku masih tetap menikmati genjotan Pak Freddy walaupun aku sudah menjadi mahasiswa, dan seolah-olah kami berdua sudah pacaran. Pernah Pak Freddy menawarkan padaku untuk mengawiniku bila aku sudah selesai kuliah nanti, tetapi aku belum pernah menjawab. Yang penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan penis guru bahasa Inggrisku itu.
Read On

Britney spears


Aku benar-benar tidak percaya. Saat itu aku berada dibelakang panggung pada konser Britney Spears concert.
cerita dewasa
Dengan jelas aku dapat melihatnya dari posisi ini.
Aku merupakan satu dari puluhan penari latar belakangnya yang saat itu sedang ‘off’ karena pada lagu tersebut bukan merupakan tugasku.
cerita seru
Aku tahu dan yakin ia akan menjadi superstar dikemudian hari. Suaranya sangat ‘gaul sekali’ dan hmm…tentu saja wajahnya.
Aku mengenalnya sejak aku menyaksikan “Hit Me Baby One More Time.” Dan sekarang kami disini dalam pentas konser akbarnya.
cerita seks
Ia telah selesai dari aksi panggun.
Segera keluar dari pentas untuk berganti pakaian.
cerita panas
“Ayo..” katanya menarik tanganku dan mengajak ku.

“Kemana kita akan pergi?” aku bertanya.

“Ruang ganti pakaian. Kau akan bersamaku untuk lagu berikutnya.”

“Ummm, jangan saya. Saya akan tidak enak diruangan itu nantinya.”
“Jangan khawatir. Kamu hanya duduk diruang ganti dan menunggu saya.” katanya membalas segera“Disini. Lepaskan kancing bajuku, dan cepat.” menyuruhku melepas kancing baju belakangnya. Aku segera menghampirinya dari belakang..
cerita syurr
“Apa yang akan kamu lakukakn?” balasku bertanya.

“Well, saya harus menganti pakaian ini,” jawabnya. “Sepertinya kamu belum pernah lihat wanita tanpa busana.” gumamnya ringan.

“Tidak juga, tapi saya tidak pernah melihat artis tanpa busana selain di internet dan film.” balasku ringan.

Baju itu telah terlepas dan ia meraih tanganku untuk segera membuka kaitan BH nya. “Sini, bantu aku membuka BH ini. Dan demi tuhan segeralah rubah rasa “aneh” dalam pikiranmu.”

Akupun melepaskan tali BH nya, dan segera ia melempar BH tersebut ke meja rias.
cerita ngentot
Aku hanya berkata dalam hati, “Yesss, ini dia. Tidak sepalsu apa yang kulihat di internet!”.

Pikiranku menerawang. Aku sudah tidak tahu dan sadar dengan apa yang telah aku lakukan di ruangan itu.
Yang aku ingat hanya saat membuka BH tersebut, dan disanan memori membekas keras akan aroma wangi lehernya, bentuk samping dari payudaranya, warna merah BH pengganti-nya.
Aku ingat saat aku membuka dan menganti pakaianku dan memberikan komentar padaku untuk menambah sesuatu yang berbeda dalam pakaianku karena “celana primitif” ala mesir yang kupakai sepertinya kurang mengena dan agak memalukan. Aku hanya tertegun.

Aku segera berdiri didepan kaca, dan kulihat aku nampak bagaikan seorang kaisar mesir dan Britney seperti penari erotis sang raja.
Disitu aku mengerti akan maksud sarannya tadi mengenai celanaku tadi.
Penisku agak sedikit menonjol keluar akibat celana yang terlalu longar. Shit!
Okay. Okay. Aku tahu apa yang harus kuperbuat. Aku tutupkan mataku.

“Christina Aguilara. Christina Aguilara.” aku berkata berulang-ulang.

“Apa yang kamu lakukan?” ia bertanya heran.
Ia melihat dikaca dan memandang ereksiku mulai “mereda”.
Ia tertawa terbahak-bahak dan tawanya sunguh sangat mempesona.
Aku suka sekali dengan tawanya.

“Baiklah. Mari kita segera keluar.”
cerita 17 tahun
Akhirnya, di panggung aku adalah seorang kaisar mesir yang sangat berkuasa dan ia adalah budak pelayanku.
Aku duduk dikursi singasana yang diangkat oleh 4 pria ‘budakku” dan Britney menyanyikan sebuah lagu remix “I’m a Slave 4 You” yang dicampu dengan suara khas mesir kuno.
Ia menari erotis didepanku dan juga para penonton.
Dalam aksi panggung itu ada saat ia mengusap seksi wajahku, rambutku, dadaku dan yang bikin aku sedikit buyar konsentrasi adalah saat ia mengusap selangkanganku. HAMPIR MENYENGGOL PENISKU!
Ereksiku mulai kumat…
cerita porno
Ya..aku hanya berteriak dalam hati agar tidak menjadi “kacau” disituasi ini, “Christina Aguilara. Christina Aguilara. Christina Aguilara.”

Akhirnya berakhir sudah pentas tersebut. Akupun lega.
Kembali Britney menarikku dengan cepat keruang ganti pakaian.

“Kamu melakukannya dengan baik. Ku pikir kamu harus melepaskan pakaian itu untuk aksi terakhir berikutnya.”
Ia segera membuka pakaiannya lalu berganti pakaian demikian halnya denganku.

Konser berakhir sekitar jam 11:00 malam. Britney keluar dari pangung dan mencari udara segar.
Dibelakang panggung ia menatapku dan menarik nafas panjang. Nampak jelas wajah letih dalam raut cantiknya. Akupun refleks mengusap wajahnya dengan tanganku untuk membuang keringat yang mengalir deras diwajahnya.

“Anda berkeringat sekali.” kataku lembut.
Ia hanya tersenyum sambil memandangku.
Ya tuhan…tidak akan pernah terlupa raut wajah itu!

“Aku baik2 saja. Ayo…” katanya membalas sambil menarik tanganku.

“Heii… mau kemana? Terakhir anda mengajak saya seperti ini dan berakhir di pentas panggung.”

“Percayalah padaku. Kamu tidak akan menyesal.”
Aku tidak banyak berkomentar atas ajakannya.
Dan…siapa yang tak sudi ngobrol dekat dengan artis cantik ini? Pasti aku sudah gila.

Sekali lagi kami segera menuju ruang ganti pakaian kamu.
Setibanya disana, ia menarikku mendekat padanya. Ia kini dalam rangkulanku.
selebritis ngentot
Dengan emosiku yang mulai kacau dan sedikit lancang, kubaringkan ia kelantai dan segera kuciumi lembut bibirnya.
Heii…ia tidak marah! bathinku bersorak.

“Dengan izinnya” aku mulai memasukkan lidahku dalam mulutnya dan mulai beraksi mengelus bagian dalam mulutnya dan ia pun sedikit mengumbar nikmat ciuman kami tersebut.
Kurasakan tangannya mulai menarik bajuku keatas dan akupun membantu melepas bajuku.
Sementara itu tangannya mulai pindah mengelus selangkanganku..

“Ayo! aku ingin mandi.” kata2 itu sedikit mengagetkanku yang sedang berusaha menikmati aksi ciuman dan usapannya.
Ia pun melepaskan diri dari tindihanku dan menarikku ke kamar mandi.

Dalam kamar mandi, kami berciuman kembali.
Kulepaskan semua pakaiannya di kamar mandi hingga hanya tertinggal BH hitam dan celana dalamnya saja.

Iapun melepaskan celanaku dan membuang sekenanya.
Segera kuraih tangannya dan kulumat bibirnya, lehernya. Tanganku pun mulai mencari pengait BHnya dan melepaskaknnya.

Ohhh..payudara itu begitu merekah dan indah!
Segera kulumat pingiran payudara itu dan akhirnya ku pilin putingnya. Kiri dan kanan!
Ia merintih nikmat, akupun merasakan bagai bayi yang merindukan susu sang ibu.
Tidak butuh lama, payudara itu mulai mengeras dan puting berwana pink itu menambah indah alam gunung kembar itu.

Akhirnya ia segera menuju bak mandi dan berbaring disana. Kuhidupkan kran air dan kulepaskan celanaku. Ya dengan bercelana dalam kami mandi dlm bak mandi tersebut.

Segera kuambil sabun gel dan kuusapkan seluruh tubuhnya. Posisinya sekarang telah membalik dariku.
Kugosok semua pungung wanita cantik ini, lehernya hingga perbatasan pinggangnya.

Air itu sudah mulai naik.

Kupijat pundaknya untuk menambah rasa santai dan menghilangkan segala kepenatannya.
Sesekali kupijit paha dan selangkanngannya agar ia terasa nikmat.

Setelah ia puas, ia pun berbalik arah dan menatapku. “Sekarang giliranmu”, katanya.
Akupun segera membalikkan badanku dan merasakan sejuta kenikmatan setiap usapan dan pijatannya.

Setelah selesai, kamipun segera berbilas di bak mandi tersebut.

“Kamu silahkan dulu menuju ruang pakaian, saya akan segera kesana setelah mengeringkan rambut”, katanya memerintahku halus.

Aku pun segera keluar dari bak mandi dan berangkat menuju ruang ganti pakaian.
Tapi ia melakukan sedikit aksi nakal dengan menarik tangan dan tubuhku dan melumat bibirku kembali dengan kuat. Dan ini tidak hanya kuat tapi lidahnya mulai melumat paksa isi mulutku.

Akhirnya ia menarik lepas ciuman kami. “Sekarang kamu boleh pagi.” katanya lagi.
Dankembali saat aku beranjak, ia menampar lumayan keras pantatku.
Aku terkejut memandangnya dan ia hanya tertawa kecil.

Aku mencari pakaianku dan mengunakannya kembali. Tak lama ia segera muncul dengan mengunakan handuknya.
Kupikir ia akan segera mengenakan pakaiannya, ternyata ia mengambil kaset CD dalam tasnya dan memutarnya pada player diruangan tersebut.

“I’m Slave 4 you” terdengar kembali diruangan itu dan ia pun segera berakting seperti aksi pentas tadi. Menari erotis didepanku dengan handuk yang masih terkait!

Setelah lagu tersebut selesai ia pun segera mematikannya. Ia menghampiriku dan berkata, “rasanya gerakanku agak sedikit memalukan”, keluhnya padaku.

“Tidak. Anda terlihat….manis”, balasku sambil tertawa.

“Ayolah..Aku memang tampak bodoh bukan?”, tanyanya meyakinkan.

“Tidak, aku bersumpah, saat anda menari, saya tidak bisa berbohong…Anda sangat perfect!”, balasku meyakinkan dan memang demikian keadaannya.

Ia tertawa keras sambil mendongak keatas. Mungkin ia geli mendengar pendapatku.

“Sini duduk, katanya memerintahku. Dan ia pun kembali memutar CD nya dan memilih lagu “Hit Me Baby One More Time”.
Dan lagi-lagi ia menari didepanku.

Tapi tarian kali ini BEDA!!!

Ia menari sambil membuka sedikit-sedikit belahan handuknya kemudian menutupnya kembali.

“OMG….!”, bathinku berteriak. Aku hampir saja melihat vaginanya!.

Setengah lagu berlalu..ia pun mulai melepaskan kain handuk itu. AWESOME….FANTASTIS!!!!!

Aku menelan air ludahku sendiri. Tanganku sedikit gemetar dan dudukku-pun jadi gelisah.

Tak ada sehelai benangpun yang menempel pada tubuhnya, dan aku sedang melihatnya.

Aku hanyak berteriak dalam hati, “FUCK yOU internet….!!!”. Sebagaimana banyak kulihat gambar bugil palsu/hoax di internet terhadap para selebritis papan atas.

“HOTTT…SEXY….dan GARIS TUBUH YANG SEMPURNA!”. Oh…indahnya ciptaan makhluk satu ini!!!!. Tak bisa ku elakkan selain berkata DIGG IT! Save to my Bookmark! Hahahahahaha….

Dan seperti yang sudah aku harapkan dalam hati…ia pun menghampiriku, mengelus selangkanganku, meraih kancing celanaku dan akhirnya ia lepaskan celanaku.

Well..kalau sudah begini, aku sudah tak malu jika ia melihat betapa penisku yang telah mengembang dan keras membetot celana dalamku hingga sangat menonjol kedepan!

Ia sudah tak menari lagi…tapi tangannyalah yang “menari” sekarang.

Segera ia masuk kedalam celana dalamku dan meraih penisku. Celana dalamkupun ditariknya “setengah tiang”.

Perlahan tapi pasti kepalanya mulai maju menuju penisku dan menjilat pangkal penis itu.
Dibukanya celah dikepala penisku dan lidahnya menyapu-nyapu lubang penis itu. Goddddddd….you must be crazy!!!!

“Yummy,” katanya pada penisku. Aku hanya tertegun melayang merasakan rasa geli yang super nikmat!.

Sedikit demi sedikit mulutnya memagut penisku….Ohhh…hangat sekali rongga mulut itu!
Akhirnya setengah penisku telah ia telan dan mengemutnya…”Go to hell christina Agulira”, teriakku dalam hati.

Entah kenapa aku benci sekali dengan artis satu ini. Apalagi saat ia menolak penari latar belakang dari club-ku dalam setiap aksi pentasnya! “Fuck you Christina Agulira!”, teriak bathinku lagi.

Entah apa yang ia rasakan dari penisku, hingga ia berusaha keras untuk menelan semua penisku hingga menuju buah zakarku.
Ia seperti merasakan nikmatnya “batang coklat hidup” Le’ Roche - ku.

Menghisap, mengigit halus dan mengemut hampir semua sisi batang penisku!
Tak puas2 nya ia melumat penisku berulang-ulang hingga tak terasa aku mungkin sedikit mengeluarkan cairan sperma pelicinku.
Tapi ia tak perduli dan sangat asyik menjilati dan menelan semua batangan itu. Pikiranku terbang jauh sambil bersandar dikursi. Kurasakan bagaimana lidah dan bibir itu ‘memijat’ seluruh batang penisku.

Setelah ia merasa puas mengulumnnya dan melepas kuluman tersebut, aku bertanya iseng, “Saya pikir anda masih perawan”.

“Benar, tapi tidak berarti saya tidak tahu akan hal demikian.” “Saya sering berlatih seperti ini”, balasnya lagi sambil berdiri dihadapanku, mengambil handuknya kembali dan mengenakannya. Ia pun duduk disampingku.

“Maksudnya, anda dan Justin Timberlake?”, tanyaku ingin tahu.

“Oh..tidak. Seperti yang saya katakan, latihan…dan itu bisa berupa mainan. Dan saya punya itu, kamu tahu?”, balasnya berargumen.

“Yah…saya tahu. Saya hanya tidak percaya anda memilikinya.”

“Saya juga manusia. Sayapun butuh. Jika “mainanmu” bagus pasti akupun suka.” balasnya erotis sambil meraih penisku dengan tangannya. Ia pun memainkan penisku dengan tangannya dan mengusapnya.

Kali ini aku hanya tersenyum dan lalu ia segera berdiri dan membuka kembali handuknya.
Ia berdiri dihadapanku kemudian meraih penisku dan menjepitnya diantara kedua payudara indah nya sambil sedikit membungkuk.
Hmmm..mungkin aku salah satu “mainannya” yang paling beruntung didunia saat ini.

Ia maju bergerak atas-bawah, mengesekkan payudaranya pada penisku sambil menekan keras payudaranya agar terasa menjepit.

“Goddd…sensasi nikmat bonus tambahan”, teriakku dalam hati.

Setelah ia beraksi cukup lama akupun menghentikan aksinya.

“Giliran anda,” kataku sambil berdiri dan mempersilahkan ia duduk mengantikanku.

Akupun berdiri membungkuk menghadapinya dan mulai kulumat payudaranya dengan halus.
Ya…dengan segala pilin-an dan lumatan pada payudara tsb, tidak butuh waktu lama untuk menyaksikan bagaimana tetek itu telah mengeras dan menjulang kedepan. Padat dan kejal. Sebuah mahakarya yang layak di beri “KUDOS”!!

Perlahan tapi pasti kujalari tubuh itu menuju perutnya, pusarnya dan pangkalan selangkang itu.

Akhirnya kuarahkan ciumanku kebagian yang ia ‘inginkan’.

Kuusap lembut pingiran vagina indah itu dan perlahan kubuka celah diantara bibir vagina itu.
memek artis
Sebuah lobang kecil yang bersih, merah dan HIDUP!.

Kuraih perlahan klitoris itu, kumainkan dan gesekkan dengan tanganku clitoris itu.

Ia hanya memejamkan mata sambil merintih halus, sementara tangannya menjambat erat rambutku.

Akupun mulai mendekatkan mulutku, dan segera ku usap klitori itu dengan lidahku…owww…rasanya nikmat sekali!!!!

Ia hanya sibuk mengerakkan pantatnya kekiri dan kekanan akibat rangsangan hebat yang ia alami.
“Suck it now..!”, perintahnya padaku.

Akupun mulai menerobos lobang vagina itu dengan lidahku. Dengan kondisi vagina yang sedikit basah, lidahkupun berhasil masuk dalam vaginanya.
Lidahku yang bagaikan ular bergerak kesana-kemari dalam lubang sempit itu dan terasa berat mengerakkannya akibat jepitan otot vaginanya yang masih kuat.

Ia hanya meraung nikmat…”OOWwww yessss..yesss” dan berusaha “menjepit” lebih keras lagi lidahku dalam vaginanya.
Kudekap dan kutekan keras pantat mulusnya kearah mulutku agar menambah dorongan masuk lidahku dalam vagina itu.

“Yesss…yess…lagi…lagi….lebih dalam”, pintanya memaksa

Ya..aku hanya bisa semampunya memasukkan lidahku..berapalah panjang dari sebuah lidah. Belum lagi ditambah jepitan otot vaginanya yang sangat keras sehingga membuatku otot mulutku terasa pegal.

Namun demikian gerakkan ‘kembang-kempis’ otot vagina itu, sepertinya menandakan bahwa ia telah siap untuk mencapai klimaksnya.

Tak ingin ia menyelesaikan permainan ini dengan segera, akupun mencabut lidahku dari vaginanya.

Aku segera meraih kakinya dan mulai kuangkat sedikit keatas. Sementara ia kubiarkan bersandar di sofa itu.
Aku mulai menjilati pinggiran vagina itu hingga terus menuju lubang anusnya.

Ya…sasaranku berikutnya adalah lubang anusnya dan aku yakin ini pasti belum pernah ia alami dengan “mainannya” sendiri.

Britney hanya merem melek dengan aksiku dan menikmati setiap jilatan lidahku pada area vaginanya.

Kusandarkan kedua kakinya dipundakku dan tanganku mulai membuka lubang anusnya.

Ohhh…lubang anus itu sedikit tertutup rapat dan nampak bersih. Harum aroma sabun shower menambah semerbak wewangian diarea ini. Akupun segera menciumi pingiran anusnya dan menjilati disemua sisi pingiran anus itu.
artis bugil
Setelah lubang anus bisak kubuka dengan tanganku, segera kutusuk lubang itu dengan lidahku dan menekannya dengan sekuat tenaga dalam anus itu.

Ia semakin histeris gembira dengan aksi lidahku di anusnya. Tapi itu belum seberapa.
Kumasukkan jari telunjukku dalam vaginanya dan ku gerakanan kesana kemari sambil lidahku tak henti-nya menyapu bersih lubang anusnya.

Ya…gabungan rasa “tusukan 2 lobang”, membuatnya “SANGAT KELOJOTAN”. Meraung bak serigala merasakan sejuta kenikmatan.

Vagina itu mulai “mengempot dan menjepit keras”!

“Aku siap,” katanya cepat.

“Ayo…kentot aku sekarang!”, “Fuck me now…fuck me now”, jeritnya tak tahan.

Aku melepaskan semua aksiku dan aku mulai sedikit berdiri sambil kupegangi kedua kakinya.

Aku mulai mengarahkan penisku ke vaginanya. Dan kubiarkan “menempel” terlebih dahulu pada bibir vagina itu.

“Belum terlambat jika anda ingin menghentikan semua ini,” peringatan halusku padanya.
Ya..aku berharap ia tidak menyalahkanku jika semua ini terjadi.

“It’s okay, tak ada masalah dengan siapa keperawananku hilang jika memang aku menghendakinya”, katanya menegaskan.

So…I fucked her slowly….sangat perlahan…sedikit-demi sedikit kutekan penisku dalam vagina sempit itu. Kemudian mencabutnya kembali. Berulang kali, hingga bagian dalam vagina itu sedikit demi sedikit mulai basah.
artis bugil
Semakin basah ruang vagina itu semakin kutekan lebih dalam.

Ia hanya tersenyum dan mengerang merasakan selaksa kenikmatan yang setiap inchi area dalam vagina itu mendapat ‘tamu tak diundang’ dan terjepit erat.

Sepertinya selaput darahnya telah rusak akibat “mainan” idolanya sehingga tak ada lagi darah yang keluar dari vagina itu.

Tapi itu tidak masalah! Aku yakin rasa “mainan asliku” pasti beda dengan rasa “mainannya”.

Britney yang kukagumi hanya meraung-raung nikmat setiap penetrasi penisku dalam vaginanya.

Owwww…terasa sekali nikmatnya setiap pijatan dari tiap dinding dalam vagina itu. Semakin dalam semakin “keras” pijatan vagina itu..

Tak terasa setengah kemaluanku sudah ‘terbiasa’ memasuki vaginanya keluar-masuk.

Aku hanya menunggu “kode reaksinya” untuk memintaku menekan lebih dalam lagi.

Tusukan demi tusukan kuhujamkan ke vagina itu dengan “setengah tiang” penisku dan vagina itu semakin bertambah basah.

Ia sudah tak tahan dengan aksi ini…dan segera tangannya meraih pantatku untuk menekannya lebih dalam.

Hmmm…rasanya ia sudah siap untuk babak berikutnya!

Akupun mulai masuk dan menekan vagina itu perlahan lebih dalam dibantu dengan tekanan tangannya dipantatku.
Ia pun menjerit nikmat….dengan penetrasi ini….

“OOOhhhhh…..godddd….godddd…”, raungannya keras membahana diruang ganti pakaian ini.

Aku hanya terpejam merasakan bagian dalam yang lebih sempit dan berdaya cengkeram lebih keras. Ooooohhhh…urat dipenisku seperti mau pecah!….Nikmat tiada terkira…!

Sesekali ia menahan pantatku untuk menghentikan tusukan penisku lebih dalam untuk memberinya rasa yang lebih nyaman.

Ada sedikit sakit yang ia rasakan terukir dari ringis wajahnya…tapi itu tidak sebanding dengan rasa nikmat yang terjadi.

Tubuh kami berkeringat. Dan payudara itu telah mengeras seperti batu!

Ia merintih sambil mengelengkan kepalanya kesana kemari, begitu rasa nyaman telah datang, kembali ia menekan pantatku lebih dalam.

Rasanya penisku sudah hampir ia telan semua dalam vagina itu, dan aku ingin memberikan kejutan yang tak boleh ia duga.

Ditengah asyiknya ia meraung nikmat akibat gerakkan keluar masuk penisku, aku mempersiapkan posisi untuk menancapkan semua penisku dalam vaginanya.

Segera aku membungkuk dan kuraih bibir merah itu. Kulumat dengan keras lidahnya dan kusemprotkan sedikit air liur dalam mulutnya.
Ia semakin kelojotan….dan menelan air liurku. Genjotanku menambah liarnya geliat birahi kami.

Sepertinya inilah waktunya.

Dengan keadaan kami yang saling melumat hebat dan tanganku yang mencengkram keras pantatnya, aku berusaha mengambil ancang2 untuk memasukkan penisku semuanya.
Ya…Ini memang hanya “masalah 2 inchi” yang tersisa. Dan aku butuh sensasi tersendiri buatku pribadi. Kalaulah ia juga meraskan demikian, itu merupakan kabar baik!

Disaat ia asyik menikmat setiap genjotan penisku aku secara tiba2 mencengkram keras pantatnya dan mulutku menekan keras mulutya. Ia hanya terbelalak melihat aksiku kali ini. Tapi aku sudah tidak perduli lagi. Sekalipun ia yang membayar pekerjaanku!

Britney terlihat sulit bernafas dengan tekanan mulutku, karena lubang hidungnya yang tertutup dengan mukaku.
Akupun melumatnya sedikit kesamping agar ia dapat celah untuk bernafas.

Ia sudah mengira mungkin aku akan melakukan sesuatu pada vaginanya secara ‘paksa’. Ini kulihat dari cengkeram tanganya pada pantatku seolah menahanku untuk melakukan tindakan pemakasaan pada vaginanya.
Tapi aku sudah tidak perduli. Aku yakin ia pasti akan tahu nantinya terhadap sensasi yang kuberikan jika ia sudah merasakan, walaupun agak sedikit sakit.

Kubiarkan genjotanku seperti biasanya agar ia tak curiga, dan kulihat matanya terpejam merasakan nikmat setiap goyangan kami sambil lidahnya membalas setiap lumatan dalam mulutnya. cengkeraman tangannya dipantatku mulai sedikit ‘kendor’. Ia hanya berdesah nikmat. Dengusan nafas kencang hidungnya menambah panas situasi seks kami.

Dengan kuda2 yang telah kusiapkan dari awal, kurasakan inilah waktunya untukku untuk menghujamkan babak terakhir penisku!
Dengan cengkeramanku yang keras pada pantatnya, akupun mencabut penisku “setengah tiang” dan…sloooooopppp………
Kusentak dan kuhujamkan keras semua penisku dalam vaginanya.

Ia terbelalak berusaha melepaskan pagutanku….aku berusaha menekan keras mukaku pada wajahnya sehingga pagutan kami tidak terlepas.
Ia hanya menjerit dalam pagutan kami…tak ada suara…hanya matanya yang berbicara….

Ku biarkan semua penisku dalam vagina itu sambil kutekan keras pantatku.

OOOHHHh….my godnessssssssssssss…………Vagina itu berontak dari dalam mengusir kemaluanku dan ototnya bergerak seperti pantat ayam yang kembang kempis….

Ia mengeleng..kesana kemari…mulutku hanya mengikuti mulutnya.

Ia berteriak…dalam lumatanku…tapi tetap saja penisku tidak bergeming dalam vaginanya…!

Pantatnya berontak kesana kemari….seperti memohon minta dicabut penisku…
Tapi aku tak perduli…kubiarkan penisku diam dalam vaginanya dengan kekuatan pantatku untuk menahannya sambil kunikmati setiap pijatan keras vagina itu….

Pantat itu semakin bergerak liar kesana kemari karena penisku tak juga terlepas…bahkan sekalipun terangkat keatas!….

Ia tak sadar dengan berontaknya pantat itu kesana kemari maka gesekkan penisku akan semakin terasa dalam vaginanya dan ini akan menimbulkan “rasa baru” yang membuatku terbang jauh….

OUuuuuwwww….betapa nikmatnya pijatan vagina itu….

Tak henti-hentinya pantat itu berontak hingga kurasakan gerakan pantat itu mulai teratur kembali…

Ahaaa…sepertinya vagina itu sudah merasakan nikmat penisku seutuhnya…

Britney mulai menatapku dan melepaskan cengkeraman dipantatku. Tangannya beralih kerambutku dan melumat liar mulutku…

Akupun mulai melayani aksinya…hingga lidanya kurasakan masuk kepermukaan kerongkonganku….

Ia semakin liar….aku mulai mencabut sedikit demi sedikit penisku….dan rasa itu membuatnya semakin nikmat…

Ia….mendehem keras dengan dalam lumatan kami, sambil matanya menatapku dengan liar.

Sentuhan penisku saat kutarik keluar….membuatnya semakin gila….ia melahap bibirku bahkan mengigitnya…

Ya inilah saatnya!….Kutekan kembali penisku dengan perlahan hingga masuk semua….dan semakin lama semakin cepat….

Ia hanya bisa merintih nikmat….suara kocokkan dalam vagina itu mulai terdengar keras…cplokk…cplokkk….

Akupun semakin liar….tikaman, tusukan dan apapun istilahnya kulakukan dengan keras…

Tubuhnya bergetar keras…! ia pun melepaskan pagutan kami dan mengeleng kesana kemari sambil tersenyum merasakan sejuta kenikmatan…..

“Aku hampir selesai…..”, katanya berteriak sambil kepalanya bergoyang kesana kemari…

Akupun semakin mempercepat genjotanku…Aku rasanya sudah mau keluar….Kutunggu “kode darinya” agar aku dapat selesai berbarengan dengannya…

Cploookkk….Cploookkk….Cploookkk…Cploookkk….bunyi kubangan dalam vagina itu mengalun keras mengiringi dengus nafas kuda kami…

“Aku….mau keluarrrr…..”, teriaknya keras sambil menarik pundakku dan melumat kembali mulutku.
Kurasakan semburan keras “magma” dari vagina itu..serrrrr….serrrr…..serrrr……tak lama berselang dari ’semburan itu”….akupun memuntahkan laharku……croottt…croootttt….croootttt….croootttt….croootttt…croootttt…
Kedua “semburan” itu berbenturan keras dalam vaginanya….panas….hangat….nikmattt….
Kami hanya melumat pelan sambil saling memandang merasakan setiap semburan yang kami keluarkan dan rasakan….

OOOOOOhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………

Cukup lama dan banyak semburan yang kami keluarkan…..Dan kami hanya asyik merasakan apa yang terjadi didalam vagina itu……..merasakan setiap “kedutan, pijatan, semprotan, aliran panas…..dan banyak lagi”

Setelah rasanya tidak ada lagi yang akan kami “keluarkan” ia melepaskan ciuman kami dan mengucapkan terima kasih atas permainan ini.

“That was amazing,” katanya, “Aku tidak pernah merasakan rasa yang demikian nikmatnya saat masturbasi. Rasanya aku orgasme beberapa kali dengan cara ini.”

“Anda benar. Suatu hal yang sangat menyenangkan jika kita dapat orgasme beberapa kali.”

Kami hanya berdesah lelah….

Akupun segera mencabut perlahan penisku….Kulihat mani kami membaluri seluruh penisku.

Aku segera berdiri, tp ia menarik tanganku…”Boleh aku bersihkan….?”, katanya meminta halus padaku sambil menatap batang penisku yang sudah mulai “kendor”.

“My pleasure….”, dengan senang hati kupersilahkan.

Ia pun meraih penisku dan melumat habis penisku. Membersihkan semua sperma yang menempel pada pensiku dan menelannya.

Setelah selesai kamipun segera menuju shower dan membersihkan diri kembali, keluar dan berpisah menuju dunia kami masing2.

Seingatku ia diakhir perpisahan kami, ia menawarkan untuk mendampiniginya lagi pada konser di L.A.

Well…who knows…the next?

That’s still private secreat…but if there is next level exotic experience, i would tell you again.
(Itu hanyalah rahasia pribadi…tapi jika ada pengalaman erotis kembali dengannya…aku akan menceritakannya kembali)
Read On

selva



Pukul 11.15 kurang lebihnya, kami tiba di kediaman tante Selva, tempatnya
berada di komplek perumahan di Sukun (rahasia dong), rumah itu relatif
cukup besar dan mewah menunjukkan empunya tergolong orang kaya.
Gede banget rumahnya Sel ..., bisikku kagum. Selva cuma tersenyum dan
menggandeng lenganku mesra masuk kedalam pagar. Setelah memencet bel, tak
berapa lama kemudian seorang wanita muda yg cukup menarik membuka pintu,
dari penampilan dan pakaian yg dikenakannya mungkin ia pembantu dirumah
ini. Ia langsung mempersilahkan kami masuk kedalam, karena rupanya ia sudah
mengenali Selva.
Tante ada nem ...?, tanya Selva sembari terus menggandengku masuk
kedalam. Ada mbak Selva ..... orangnya masih mandi ... tunggu aja mbak didalam
..., saya buatkan minum dulu yaach ..., sahut wanita muda itu tanpa
menunggu jawaban ia langsung ngibrit kebelakang.
Waalaaah Sel .... Tantemu itu keterlaluan sekali ... jam segini kok baru
mandi ...begadang apa yaaa ...., tanyaku geli. Selva ikut tertawa dan
mencubit pinggangku.
Ssstttt .... Nanti tante dengar aaahh ....malu ...
Biaariin ...., sahutku cuek. Namun belum habis ucapanku, tiba-tiba dari
balik pintu telah muncul seorang wanita yang tak kalah cantiknya seperti
Selva, bahkan memiliki kesamaan wajah dengan pacarku Selva. Kulitnya putih
bersih dan wajahnya kelihatan sangat ramah menyenangkan. Dan yang membuatku
salah tingkah, karena wanita tersebut ternyata memakai pakaian senam yang
sangat ketat berwarna putih. Sebenarnya bukan pakaian senamnya yang bikin
aku deg-deg plass ... tapi aaaahhh ......gilaaa ...bener2 gileeeeeee ....
Amit-amit jabang babii ..... sweaarr .... Ia yg kuperkirakan usianya tak
lebih dari 30 - 33 tahun itu tak mengenakan apa-apa dibalik baju senamnya.
Bisa dibayangkan dengan bentuk tubuhnya yang seksi dan padat saja aku sudah
bisa menduga ia seorang pesenam profesional, buah dadanya yang relatif
sangat besar sampai menonjol kedepan mempertontonkan warnanya yg putih
merangsang dengan kedua puting susunya yg berwarna merah kecoklatan agak
tua. Kedua puting susunya sampai menonjol pada baju senamnya yang ketat.
Lancip. Waaah ....pokoknya sampe menuh-menuhin bungkusnya dah .....
Dan yang lebih edan lagi ia juga sama sekali tak mengenakan celana dalam,
sehingga sekali lagi aku bisa melihat dengan sejelas- jelasnya dan
seterang-terangnya , bulu jembutnya yang hitam menerawang lebat sekali dari
balik celana senamnya yang tipis berwarna putih. Selangkangannya itu
kelihatan menggembung agak besar menandakan ia mempunyai bukit kemaluan
yang besar. Teng ... teng ... tanpa sadar batang penisku langsung ngaceng
... mengeras melihat pemandangan vulgar itu. Tapi herannya baik Selva
maupun wanita itu sama sekali tak kelihatan canggung, bahkan seolah
melupakanku Selva langsung maju memeluknya dan mencium kedua pipinya, lalu
mengobrol ngalor ngidul seolah lama nggak ketemu. Kesempatan itu
kupergunakan untuk mengamati bentuk tubuh wanita itu sepuasnya. Waah ....
Dia memang benar- benar luar biasa seksi, bokongnya pun masih tampak sangat
kencang dan bulat bak gadis remaja. Baju senamnya yang tipis menerawang
mempertontonkan kepolosan dan kemolekan tubuhnya yang putih mulus membuatku
benar-benar klenger dan ngaceng. Aku membayangkan jika seandainya bercinta
bersamanya, mungkin baru masuk 2 - 3 gesekan air maniku sudah muncrat
saking merangsangnya ... he ... hee ...nggak ku .. kuuu deh ......
Mass .... Sinii ...., tiba-tiba Selva memanggilku.
Eeeh .... Apaa ...?, bisikku gelagapan. Aku jadi malu pada diriku
sendiri .... Malu pada otakku yang ngeres .... Bejaat....
Aku berjalan mendekati mereka sambil senyam-senyum rada2 bloon.
Tante ... ini kenalin ....mmmm .... cowok Selva tante ..., kata Selva
setengah malu-malu. Jemari tangan kanannya meraih lenganku dan ia
menggelayut manja disebelah bahu kiriku. Aku tersenyum bangga.
Oooh ... ini pacar kamu Sel .... Hayaaaa ....sejak kapan nih ceritanya
... waduuh ...waduuh ...kamu pinter cari cowok Sel .... Manisnya ....,
sahut tante Selva genit dan ramai. Setengah malu kuulurkan tangan kananku
kepadanya.
Saya Ari ... tante ..., kataku mantap ketika ia menjabat erat tanganku.
Kulit tangannya terasa hangat dan halus sekali. Sekali lagi tanpa sengaja
mataku memandang kearah dadanya yang besar. Alamak .... Gileee ....besar
banget kedua susunya, begitu jelas bentuknya yang kencang dan bundar
berwarna putih bersih dengan kedua putingnya yang berwarna merah muda
kecoklatan. Lancip lagi. Aku menelan ludah ....
Ooo.. yaa ... saya tantenya Selva ....kenalin Vivi ..., balasnya ramah,
mulutnya sangat indah dengan bentuk bibirnya yang sensual. Aduuh maak ...
ini orang cantiknya amit-amit bisikku dalam hati. Tante Vivi menjabat
tanganku cukup lama, sembari terus tersenyum memandangiku penuh arti,
sepertinya ia tahu gerakan ekor mataku kearah payudaranya yg besar montok.
Aku menatapnya rikuh, namun ia mengerdipkan matanya kepadaku sekilas penuh
arti. Astaga ..... bisikku dalam hati .... Jangan2 ....ini orang ....
Weleh-weleeh ... tau ah.....
Hampir dua jam lamanya kami bertiga ngobrol kesana kemari nggak
bosan-bosan, dan sesekali dua kali .... Tante Vivi menatapku dengan tatapan
aneh walaupun masih dengan senyumannya yang menawan. Aku tidak tahu arti
semua itu ... atau memang aku sendiri yg pura-pura tidak tahu ... he..hee
.., yg jelas saat itu aku hanya bisa blingsatan salah tingkah
menghadapinya. Bagaimana nggak risih .... Kami berdua duduk bersebelahan
dengan mesra sementara Tante Vivi duduk berhadapan dengan kami, ia sama
sekali tak mengganti pakaian senamnya yang vulgar itu, entah ia sudah
terbiasa dengan pakaian seperti itu kalo menemui tamu atau memang ia
sengaja membikin kedua mataku jadi jarang berkedip menyaksikan pemandangan
indah tubuhnya yg luarbiasa itu. Salah satu kakinya terkadang ditumpangkan
membuat pahanya yang padat dan seksi dengan bentuk bokongnya yang bundar
padat terlihat sangat merangsang, begitu putih dan mulus tanpa cacat. Atau
terkadang malah Tante Vivi entah secara sengaja atau tidak, kedua belah
pahanya agak sedikit dibuka lebar sehingga dari balik celana senamnya yg
putih tipis itu menerawang rambut- rambut kemaluannya yg sangat lebat
berwarna hitam legam ..... wuuuuiiikk ...., napasku seakan terhenti dan
jantungku berdegub kencang. .... Dug ...dug ...dug ....
Gilaaaa .... Ini sudah edan pikirku, aku berusaha untuk mengalihkan
pandanganku kearah lain namun sempat kulihat tante Vivi tersenyum penuh
arti kepadaku. Aku sendiri tak tahu apa Selva menyadari semua perubahan
sikapku, tapi yg jelas ia tetap cuek mengobrol seakan pemandangan makhluk
yg ada didepannya adalah pemandangan yg biasa. Aku jadi ngeri sendiri
sekaligus heran kepada Selva, kenapa ia juga nggak risih melihat tantenya
memakai pakaian yg vulgar seperti itu, apa ia sendiri juga sudah terbiasa
.... Waah gawat ... secara mendalam aku memang belum mengenal Selva
seutuhnya namun yg aku dengar dari mulutnya sendiri, dulu Selva pernah
hampir menikah dengan pria pilihan orang tuanya pada saat ia berusia hampir
19 tahun, namun pernikahan itu batal karena ketahuan calon suaminya yg
katanya pengusaha kaya itu ternyata memiliki banyak simpanan wanita. Kedua
orang tuanya marah besar kepada calon menantunya, lalu Selva dikirim ke
Malang untuk kuliah disini. Aku tidak tahu apakah Selva masih perawan atau
tidak, aku tak berani menanyakan hal seperti itu, toh ia juga sudah cukup
berterus terang dan yg penting kami saling mencintai. Apalagi...... soal
keperawanan bagiku itu bukan masalah ... lagian aku khan sudah pernah .....
he ... he .. angak hooo...
Tanpa terasa hari semakin siang, dan Selva mengajakku pulang. Lega rasanya,
bagaimanapun juga terus terang aku tadi sangat terangsang kepada Tante
Vivi, sepertinya ia sengaja mengujiku atau entah ada maksud lain ...sebodo
...yg penting sekarang pulang pikirku.
Tante Vivi mengantar kami sampai ke pintu depan, aku pura-pura mendahului
Selva agar mataku tidak jelalatan melihat tubuh tante Vivi yg benar-benar
hot itu .... Waaaah ...batang penisku benar-benar ngaceng berat, aku yakin
pasti ada cairan bening yg sempat kurasakan keluar tadi. Sialan pikirku.
Mas salaman dulu dong .... Kok ngeloyor sih ..., bisik Selva sambil
meraih tangan kiriku.
Eeeh ... iyaaa ...permisi dulu tante .... , sahutku gugup. Lalu dengan
terpaksa aku kembali berdiri berhadapan dengan tante Vivi. Kuulurkan
tanganku kepadanya, namun mau tak mau kedua mataku kembali menatap kedua
bongkahan daging kenyal payudaranya yang besar. Aduuh mak ....
Puting-putingnya itu lho yg bikin aku geregetan. Aaah ingin rasanya aku
menjamah kedua payudaranya dan meremas sekuat- kuatnya dengan gemas ....
Iiih...hiih ...mataku melotot penuh nafsu, dan kulirik Tante Vivi kembali
tersenyum penuh arti kepadaku .... Sebodo ahh ...
Mas Ari nanti ajarin Tante maen Internet yaah ... kapan-kapan, katanya
sambil tetap tersenyum.
Eeeh .. iya tante .., sahutku gugup, sambil memandang kearahnya. Duuh...
cantiknya.
Daah dulu yaa tante ... nanti ketemu lagi .., sahut Selva riang. Ia
kembali menggelayut manja disebelahku.
Dalam perjalanan pulang, diatas sepeda motor tak henti-hentinya Selva
mencubiti pinggangku, karena aku berterus terang mengatakan padanya kalo
tante Vivi tadi nggak pake BH dan CD.
Eeeh .. jadi mas Ari tadi ngeliat apaa ....iiih nakal ... nakal
..,teriaknya sambil mencubiti pinggangku berkali- kali dengan gemas. Sebodo
.... Salah sendiri ....

Tanggal 26 Juli 1998......
Jam 9 pagi .... Tante Vivi menelponku, yg isinya ia baru saja memesan 1
Unit Komputer Multimedia untuk dipake dirumah. Aku jadi heran, buat apa dia
beli komputer canggih pada saat krismon seperti ini yg pasti harganya
meroket tinggi, sedangkan seperti yang ia katakan sendiri kemaren hampir
tiap hari ia selalu pulang jam 9 malam karena kesibukan bisnisnya. Trus ...
apa komputernya nggak jadi pengangguran. Dan lucunya ... ia tidak
mengatakan apa2 lagi selain itu, dan ia hanya bilang besok akan menelpon
lagi. Karena katanya pesanannya itu baru datang besok dan sekarang ia
sedang berada dalam perjalanan ke Surabaya.
Aku melupakan hal itu, dan seharian ini kuhabiskan waktuku bersama Selva
kekasihku tercinta. Sepulang kursus, kami berdua nonton film di Sarinah
Plaza, dan baru pulang sekitar jam setengah sepuluh malam. Ketika aku
mengantarnya kembali ke tempat kostnya, didalam halaman rumah suasana sudah
sangat sepi, karena disamping sudah malam, anak2 yg lain pasti sedang asyik
nonton TV diruang tengah. Seperti biasa sebelum aku pulang, Selva memeluk
dan mencium pipiku mesra, aku tak mau kalah kupegang kedua belah bahunya
hendak mencium bibirnya yg ranum, namun seolah mengerti ia melepaskan
pelukannya sambil cemberut ia berkata ....
Iiih .... Maunya ....hik ..hik ..., bisiknya sambil tertawa kecil. Aku
jadi kecewa.
Sedikit aja sayang ....., bisikku gemas, karena keinginanku mencium
bibirnya jadi hilang. Selva nggak menyahut namun ia kembali memelukku
dengan erat, kepalanya disandarkan ke bahuku. Aku membalas pelukannya tak
kalah mesra. Badannya yg padat terasa hangat dalam pelukanku terlebih buah
dadanya yg tak terlalu besar itu terasa begitu lunak dan kenyal menempel
ketat dadaku yg bidang. Mmmmm ... nikmat. Kucium dan kuusap lembut rambut
kepalanya yg harum.
Mas ... ada saatnya nanti kita bisa menikmati seperti yg mas Ari inginkan
... tapi nggak sekarang mas ....mau khan ..?, serunya lirih dalam
dekapanku.
Selva sayang ... Aku ingin menikah denganmu ...., sahutku gemas. Selva
mengangkat wajahnya yang cantik lalu tersenyum .... Hanya dalam jarak
kurang dari 10 cm ... desah hangat napasnya yg harum terasa menerpa lembut
wajahku.
Itu pasti mas .... Selva sudah berjanji dan yakin .... Tak akan pernah
melepaskan mas Ari apapun yg terjadi .... Selva mencintai mas ...,
bisiknya sedikit gemetar. Lalu direbahkannya kembali kepalanya ke bahuku.
Aaaah ..... bahagianya ....

Tanggal 27 Juli 1998 ....
Jam 8 malam.....
Aku baru saja pulang menemui Dina, terus terang aku kasihan karena sudah 1
minggu lebih aku tak menemuinya, ia sangat marah karena tak pernah datang
dan membalas teleponnya. Tak perlu secara detil kuceritakan, yg jelas
setan-setan burik itu kangen pada kami. Aku kembali lupa diri, aku tidur
bersama Dina lagi. Alamak .... Dina begitu sangat bernafsu, dan aku tak
sanggup menolak karena rudal patriotku sudah lebih 1 minggu pula tidak
meledak. Aaah .... Air maniku benar- benar terkuras habis olehnya, sweeaarr
.... Aku heran kenapa Dina begitu sangat liar ...ia menyetubuhiku dari atas
sampai 2 ronde dan aku tak sanggup menahan gejolak nafsu sex ku yg begitu
menggelora. Gesekan dan jepitan liang vagina Dina yg luarbiasa sempit itu
membuat batang penisku memuntahkan air maniku dengan deras hanya dalam
tempo masing-masing kurang dari 5 menit. Aku berjalan pulang dengan langkah
gontai kehabisan tenaga. Dina malam itu benar- benar menguras tuntas air
maniku. Aku teringat kepada Selva .....bagaimanapun juga ini harus
dihentikan pelan- pelan. Gilaaa ...aku telah membuat Dina kecanduan sex pula
......bagaimana ini ....???

Tanggal 28 Juli 1998 ....
Jam 9.10 malam, aku baru saja pulang dari tempat kost Selva .... Biasa
kencan yg romantis.
Jam 9.30 malam, barusan saja Tante Vivi menelpon.
Hei ...Ar ... kemana aja seharian ...ke tempat Selva yaa ..., tanya
tante Vivi dari seberang. Aku yg sebenarnya sudah ngantuk karena capek jadi
tegang kembali, karena suara merdu tante Vivi.
Iya tante .... Biasa tante ... khan lagi kasmaran, candaku. Dalam hati
ada apalagi nih Tante Vivi nelpon malem2 ....
Kok tumben tante malam2 begini .... Pasti ada yg penting nih ....?,
tanyaku pura2 Curiga.
Iiih kamu ini ... khan tante sudah bilang lusa kemaren ...tante khan beli
komputer baru Ar .... Tapi tante nggak bisa pakainya .... Kira2 besok malem
kamu bisa kesini khan ngajari tante ....
Deggg .... Aku tersentak kaget. Ternyata ooh ternyata ..... waah ...
jangan2 ...aku mulai curiga ...tapi mana mungkin ....
Haloo ...halooo ..Arii ... kamu masih disitu yaaahh ...
eehh ... iya tante ... mmm ...Ari usahakan deh ..., sahutku gelagapan.
Bener ya Ar ... pokoknya harus dateng yaaa.... Tante tunggu jam 9 malem
yaaa .... O...iya Selva jangan dikasih tau ... bener nih ...daaa ....
Klik. Tante Vivi entah sengaja atau tidak langsung memutuskan hubungan.
Mungkin ia tak ingin berdebat lebih lama denganku.
Aku terpekur bingung sekaligus heran. Kenapa harus malam- malam kesana dan
kenapa Selva tidak boleh kuajak ....?????? . Seribu tanda tanya seolah
menghantui tidurku. Apakah Tante Vivi itu sengaja ingin di .... pikirku
mulai ngeres, soalnya aku jadi teringat segala sikap perilakunya waktu
bersama Selva kerumahnya. Jangan ....jangan ....aahhhh ....sepertinya aku
ini berada dalam sebuah cerita novel porno .... Sepertinya dibuat- buat
tetapi inilah kenyataan yg kualami sekarang .... Aku tak pernah
merencanakan apa-apa sebelumnya .... Ataukah ini karmaku atas Dina ....
Aaaahhh .... Aku bingung, tegang, setengah takut dan ..... setengah ngaceng
....
Aku tak tau apa yg terjadi nantinya ....
Haruskah aku datang sendirian malam2 ....lalu pulang jam berapa nanti....???
Read On

Followers


Please leave a Message !!


ShoutMix chat widget

FEEDJIT Live Traffic Feed